LAPORAN TAHUNAN
KEGIATAN PHN TAHUN 2015
PUSKESMAS MUNJULJAYA
KECAMATAN PURWAKARTA
Oleh :
DINAS KESEHATAN KABUPATEN PURWAKARTA
UPTD PUSKESMAS MUNJULJAYA
KATA PENGANTAR
Dengan memenjatkan puji syukur kepada
Allah SWT, bahwa laporan kegiatan program PHN di susun sebagai pedoman kegiatan
pada tahun yang akan datang.
Diharapkan dengan di susunnya laporan kegiatan
ini bisa meningkatkan cakupan program dan meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat.
Purwakarta, Desember 2015
Pelaksana Program PHN
----------------------------------
|
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Permasalahan kesehatan yang dihadapi sampai saat ini cukup kompleks, karena upaya kesehatan belum dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007 diketahui penyebab kematian di Indonesia untuk semua umur, telah terjadi pergeseran dari penyakit menular ke penyakit tidak menular, yaitu penyebab kematian pada untuk usia > 5 tahun, penyebab kematian yang terbanyak adalah stroke, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Hasil Riskesdas 2007 juga menggambarkan hubungan penyakit degeneratif seperti sindroma metabolik, stroke, hipertensi, obesitas dan penyakit jantung dengan status sosial ekonomi masyarakat (pendidikan, kemiskinan, dan lain-lain). Prevalensi gizi buruk yang berada di atas rata-rata nasional (5,4%) ditemukan pada 21 provinsi dan 216 kabupaten/kota. Sedangkan berdasarkan gabungan hasil pengukuran gizi buruk dan gizi kurang Riskesdas 2007 menunjukkan bahwa sebanyak 19 provinsi mempunyai prevalensi gizi buruk dan gizi kurang di atas prevalensi nasional sebesar 18,4%. Namun demikian, target rencana pembangunan jangka menengah untuk pencapaian program perbaikan gizi yang diproyeksikan sebesar 20%, dan target Millenium Development Goals sebesar 18,5% pada 2015, telah dapat dicapai pada 2007.
TUJUAN
Sehubungan dengan hal tersebut, perlu terus ditingkatkan upaya-upaya untuk memperluas jangkauan dan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dengan mutu pelayanan yang baik, berkelanjutan dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat terutama keluarga miskin rawan kesehatan/risiko tinggi. Upaya pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat melalui upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan pengembangan. Salah satu upaya kesehatan pengembangan yang dilakukan oleh Puskesmas munjuljaya adalah program Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas). Sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor: 128/Menkes/SK/II/Tahun 2004 tentang kebijakan dasar Puskesmas, upaya perawatan kesehatan masyarakat merupakan upaya program pengembangan yang kegiatannya terintegrasi dalam upaya kesehatan wajib maupun upaya kesehatan pengembangan.2,3
Perawatan kesehatan masyarakat (Perkesmas) merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan dasar yang dilaksanakan oleh Puskesmas. Perkesmas dilakukan dengan penekanan pada upaya pelayanan kesehatan dasar. Pelaksanaan Perkesmas bertujuan untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi, sehingga tercapai derajat kesehatan yang optimal. Untuk mengupayakan terbinanya kesehatan masyarakat, maka diharapkan 40 % keluarga rawan kesehatan memperoleh kunjungan rumah dan pembinaan kesehatan oleh tenaga kesehatan melalui kegiatan perkesmas.
SASARAN
Sasaran perawatan kesehatan masyarakat adalah individu, keluarga, kelompok dan masyarakat yang mempunyai masalah kesehatan akibat faktor ketidaktahuan, ketidakmauan maupun ketidakmampuan dalam menyelesaikan masalah kesehatannya. Prioritas sasaran adalah yang mempunyai masalah kesehatan terkait dengan masalah kesehatan prioritas daerah yaitu belum kontak dengan sarana pelayanan kesehatan atau sudah memanfaatkan tetapi memerlukan tindak lanjut. Fokus utama pada keluarga rawan kesehatan yaitu keluarga miskin yang rentan dan keluarga yang termasuk resiko tinggi.
Keluarga yang tidak
mendapat pelayanan perkesmas merupakan beban sosial dan ekonomi serta dapat
berdampak buruk terhadap masyarakat lainnya. Pemerintah memiliki tanggung jawab
melindungi kesehatan masyarakat dan memberikan akses ke pelayanan kesehatan terutama
bagi keluarga yang memiliki hambatan untuk mencapai pusat-pusat pelayanan
kesehatan. Penduduk rawan ini telah menjadi salah satu bagian sasaran program
Perkesmas di Puskesmas.
DEFINISI
PERKESMAS
Perawatan
kesehatan masyarakat (Perkesmas) adalah perpaduan antara keperawatan dan
kesehatan masyarakat dengan dukungan peran serta aktif masyarakat mengutamakan
pelayanan promotif dan preventif secara berkesinambungan tanpa mengabaikan
pelayanan kuratif dan rehabilitatif secara menyuluh dan terpadu, ditujukan
kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat untuk ikut meningkatkan
fungsi kehidupan manusia secara optimal, sehingga mandiri dalam upaya
kesehatannya masyarakat.
Menurut WHO Perkesmas merupakan lapangan perawatan khusus yang merupakan gabungan ketrampilan ilmu keperawatan, ilmu kesehatan masyarakat dan bantuan sosial, sebagai bagian dari program kesehatan masyarakat secara keseluruhan guna meningkatkan kesehatan, penyempurnaan kondisi sosial, perbaikan lingkungan fisik, rehabilitasi, pencegahan penyakit dan bahaya yang lebih besar, ditujukan kepada individu, keluarga, yang mempunyai masalah dimana hal itu mempengaruhi masyrakat secara keseluruhan.
TUJUAN PERKESMAS
Dalam pelaksanaan kegiatan Perkesmas tujuan yang diharapkan adalah meningkatnya kemandirian individu, keluarga, kelompok/masyarakat (rawan kesehatan) untuk mengatasi masalah kesehatan/keperawatannya sehingga tercapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
BENTUK KEGIATAN PERKESMAS
Adapun data kegiatan Perkesmas tahun 2015 di wilayah puskesmas munjuljaya antara lain:
1. Jumlah
peduduk 72,806 jiwa, KK miskin 1542
2. Sasaran KK
rawan yang dilakukan pembinaan adalah 41 kepala keluarga, dengan cara
perhitunganya adalah
2,66
----------------- X 1542
( kk miskin ) = 41 KK
100
Terbagi beberapa kasus KK rawan antaralain:
a. Kasus
maternal resti/rawan kesehatan
b. Kasus anak
risti
c. Kasus masalah
gizi
d. Kasus
penyakit menular
e. Kasus usia
lanjut risti/rawan kesehatan
f.
Kasus penyakit tidak menular
g. Kasus sasaran
di luar kuota a s/d f
3. Target KK
rawan yang dilakukan pembinaan tahun 2015 adalah 35 KK , cara perhitunganya adalah
86
41
KK x
--------------- = 35 KK
100
4. Cakupan
program PHN tahun 2015
No
|
Desa
|
Sasaran
|
KK Rawan yang di bina
|
KK Rawan lepas bina
|
Cakupan
|
1
|
Munjuljaya
|
7
|
6
|
||
2
|
Citalang
|
5
|
4
|
||
3
|
Tegal junti
|
7
|
6
|
||
4
|
Ciseureuh
|
7
|
6
|
||
Jumlah
|
41 KK
|
26
|
22
|
63,4%
|
|
5.
Indikator penilaian output kegiatan
No
|
Variable
|
KM I
|
KM II
|
KM III
|
KM IV
|
1
|
Jumlah
tingkat kemandirian keluarga sebelum di bina
|
26
|
0
|
0
|
0
|
2
|
Jumlah
tingkat kemandirian keluarga setelah di bina
|
1
|
2
|
1
|
22
|
IDENTIFIKASI
MASALAH
Kesenjangan cakupan program PHN 2015 adalah sebesar 37% dari target pembinaan KK rawan sebesar 35
KK rawan yang harus dilakukan pembinaan. Ada beberapa permasalahan yang
dihadapi sehingga cakupan program PHN tidak mencapai target, yaitu :
1. Kurangnya
sarana dan prasarana ( kit PHN )
2. Kerjasama
lintas sektor kurang
3. Pelaksana
program rangkap jabatan.
PEMECAHAN
MASALAH
Upaya meningkatkan cakupan program PHN atas indentifikasi
permasalahan yang dihadapi yaitu melakukan perencanaan kegiatan dan pengajuan
untuk melengkapi sarana dan prasarana program PHN kemudian sosialisasi dan
advokasi ke pemangku jabatan tentang rencana kegiatan program PHN tahun 2016.
KESIMPULAN
Laporan tahunan program PHN ini di susun untuk memberikan kepada
pembaca, masyarakat atau yang terkait yang ingin mengetahui informasi lengkap
tentang program PHN, dengan adanya laporan tahunan ini diharapkan dapat
meningkatkan cakupan program PHN di puskesmas munjuljaya pada tahun yang akan
datang serta yang terpenting bisa meningkatkan derajat kesehatan masyarakat
secara menyeluruh dan meningkatkan kemandiriran keluarga tentang permasalahan
kesehatan.
Demikian laporan ini saya tulis dengan sungguh-sungguh semoga bisa
memberikan kontribusi yang positif terhadap peningkatan derajat kesehatan
masyarakat.
Komentar
Posting Komentar